Pokok-Pokok Tarbiyah Nabi saw Atas Generasi Islam Pertama.

MPI LampungSungguh Nabi Muhammad SAW telah membina generasi yang unik ini di atas prinsip-prinsip.  Yang terpenting dalam pandangan kami adalah :
1.   Membatasi pembinaan hanya dengan Manhaj Rabbani saja.
2. Memurnikan da’wah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang tidak kekal.
3.   Dimulai dengan membangun aqidah ummat sebelum membangun syari’at (hukum).
4.   Sejak pertama kali wujud pembinaannya adalah kelompok haraki (gerakan).
5.  Jelas benderanya dan terang tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.
6. Membina “Qaidah Shalabah” (Kelompok inti) yang dapat menopang seluruh bangunan.
7.   Memanfaatkan dan mempergunakan semua daya serta potensi yang ada.
8.   Mengukur bobot seseorang dengan mizan takwa.
9.   Pembinaan melalui celah-celah peristiwa dan aktifitas yang konkrit.
10.   Al Jihad
11. Menanamkan kepercayaan dalam lubuk hati akan pertolongan Allah
12. Uswah Hasanah dan kepemimpinan yang beramal nyata.
13. Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan.
14. Berwawasan jauh ke depan, khususnya dalam perubahan dari satu fase ke fase yang lain.
15. Para sahabat Ra menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakan.

Sebelum saya memulai keterangan pokok-pokok tersebut secata terperinci, maka ada baiknya saya kemukakan mengenai segi manfaat yang dapat diambil dengan mengetahui konsep nabawi dalam tarbiyah ini.  Dengan mengetahui Manhaj ini maka banyak manfaat yang dapat diambil, khususnya bagi mereka yang hendak menegakkan dien Allah di muka bumi dan menumbuhkan masyarakat muslim dalam kehidupan yang nyata sesudah masyarakat tersebut lenyap dari pandangan dan lenyap dari wujudnya.
Manfaat-manfaat yang penting antara lain :
Pertama : Dapat mengetahui Manhaj (konsep) pemikiran Islam dalam menegakkan daulah.  Sebab manhaj pemikiran dan gerakan untuk menegakkan Islam tidak kurang nilainya dan tidak kurang pentingnya dari manhaj kehidupan dan tidak terpisah daripadanya.  Sebagaimana Dien in sendiri dari sisi Allah, maka cara yang ditempuhnya pertama kali juga dari sisi Allah.
Kedua : Untuk mengikuti jalan Rabbani ini dalam membela Dien Allah dan mengokohkan syari’atNya dalam kehidupan.  Disamping itu agar tetap konsisten di atas jalan tersebut.
--khot--
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud : 120)
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. (QS. Al An’am : 90)

Jalan itulah yang ditempuh oleh Rasulullah SAW pertama kalinya sehingga Dien (agama) ini mendapatkan kemenangan dan sekali-kali agama ini tidak akan bangkit kembali ke muka bumi kecuali dengan cara tersebut.
Ustadz Sayyid Quthb berkata : “Pemeluk agama in harus benar-benar mengetahui  bahwa agama in dzatnya adalah Rabbani, maka manhaj operasionalnya juga Rabbani berjalan paralel dengan tabi’atnya.  Dan tidak mungkin memisahkan agama ini dari manhaj operasoinalnya.  Jika kita telah mengetahui manhaj operasionalnya, maka hendaknya kita tahu juga bahwa manhaj ini adalah manhaj yang fundamental, bukan manhaj kontemporer, geografis ataupun manhaj kondisional, khususnya dalam menghadapi problema-problema jama’ah Islam  yang pertama.  Sesungguhnya ia merupakan manhaj, dimana bangunan agama ini tidak akan tegak kapanpun juga kecuali dengannya.  Sesungguhnya berpegang teguh dengan manhaj  tersebut merupakan perkara yang sangat vital, seperti halnya berpegang teguh pada sistem Islam pada setiap gerakan”.

Ketiga : Dapat mengetahui keagungan panglima pembimbing (Nabi SAW) yang telah mempraktekkan manhaj tersebut dan mengetahui keagungan para pasukan yang telah melaksanakan manhaj tersebut.
Rasulullah SAW telah melahirkan, dalam waktu yang relatif singkat, sebuah generasi yang terdiri dari pemimpin-pemimpin ulung dan kenamaan.  Panglima-panglima militer yang digembleng Nabi SAW, jumlah mereka lebih banyak daripada semua panglima militer sepanjang sejarah Islam.  Demikian juga beliau memunculkan generasi pemimpin, politikus, administrator, pembimbing, pengajar, hakim dan penguasa.  Jika ada seorang yang mampu menelorkan satu segi dari segi-segi tersebut, pastilah namanya akan ditulis dalam kelompok orang-orang abadi yang dikenang.  Lalu bagaimana halnya dengan orang yang dapat menggabungkan semua itu ?  Sesungguhnya ia benar-benar merupakan kebesaran Nubuwah sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Abbas r.a.
Sekarang, marilah kita kembali membicarakan tentang fondasi-fondasi yang dipergunakan Rasulullah SAW dalam menegakkan bangunan yang sangat besar tersebut.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.