YANG KITA HARAPKAN : ‘AZAM YANG MENYELURUH

MPI Lampung - Sesungguhnya, ‘azam yang kami harapkan muncul dari kalian adalah azam yang menyeluruh; ‘azam dalam ilmu dan amal, ‘azam dalam dakwah dan jihad, ‘azam dalam iman dan yakin, ‘azam dalam sabar dan ridla, ‘azam dalah hisbah dan menyerukan kebenaran, serta ‘azam dalam memperbaiki diri dan memberi petunjuk kepada semua makhluk.
Kami tidak mengharapkan ‘azam yang cuma sepotong, sebatas satu bidang tertentu saja. Kami menginginkan orang-orang yang memiliki himmah yang tinggi dalam pelbagai medan amal islami, bukan satu bidang saja. Kami hanya menginginkan ‘azam yang utuh dan menyeluruh.
Tentang ini, saya tidak mendapati kalimat yang lebih baik daripada kalimat Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, “Di antara mereka ada orang yang melewati semua celah, berjalan menuju Allah dari berbagai lembah, dan sampai ke sana dari berbagai jalan. Orang ini menjadikan tanggungjawab ubudiyyahnya sebagai kiblat gerakan hati dan sasaran pandangan matanya. Ia menjadi makmum dan berjalan di belakang ubudiyyahnya, ke mana pun ia pergi. Ia memiliki saham di semua bagian; di mana ada ubudiyyah di sana ia ada. Dalam ilmu, anda akan mendapatinya bersama ahlinya. Dalam jihad anda akan menemuinya di shaf para mujahid. Dalam shalat anda akan menjumpainya bersama orang-orang yang khusyu’. Dalam dzikir anda akan menyaksikannya bersama ahli dzikir. Dalam kebajikan dan manfaat anda akan melihatnya bersama orang-orang yang penuh kebajikan. Ia benar-benar memegang erat ubudiyyah bagaimana pun pilar-pilar ubudiyyah itu adanya. Ia menghadap kepadanya di manapun bagian-bagian ubudiyyah itu berada. Jika ada yang bertanya, ‘Amal jenis apakah yang kamu inginkan?’, ia akan menjawab, ‘Aku ingin menunaikan perintah-perintah Rabbku, bagaimana pun dan di manapun. Aku ingin apapun tuntutannya. Aku ingin entah aku akan dikumpulkan atau dicerai-beraikan. Aku hanya ingin menunaikannya, melaksanakannya, dan mawas diri di dalamnya. Aku ingin menghadapkan ruh, kalbu, dan badanku. Aku ingin menyerahkan perniagaanku kepada-Nya demi menunggu harga yang akan dibayarkan,
إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (at-Taubah : 111) [1]


[1] Thariqul Hijaratain wa Babus Sa’adatain, Ibnul Qayyim hal. 179. Mathba’ah Salafiyyah 1375 H.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.