Organ Reproduksi Akhwat Saat Hamil


MPI Lampung - Kehamilan sebagaimana pada umumnya sebuah keluarga adalah suatu yang begitu dinanti-nanti. Sebuah keluarga tentu begitu berharap akan hadirnya sosok si kecil yang akan memberikan keceriaan tersendiri serta tidak lepas daripadanya meningkatkan keromantisan sang aby dan ummy. Di samping itu, perlu juga kita pahami sahabat MPI yang insyaa Allaah di Rohmati Allaah, bahwasanya dalam proses kehamilan tersebut akan terjadi perubahan-perubahan yang spesial yang akan terjadi pada organ reproduksi akhwat. Oleh karenanya, sebagai tambahan ilmu sehingga tidak terlalu terinfeksi virus mitos, ada baiknya kita pahami beberapa penjabaran berikut. Terkait perubahan organ reproduksi akhwat ketika hamil, ada beberapa organ yang akan mengalami perubahan tersebut diantaranya:

1. Uterus
Uterus adalah tempat janin akan tumbuh dan berkembang. Organ ini akan tumbuh membesar seiring dengan pertumbuhkembangan janin. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas/kelenturan uterus. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus :
  • Tidak hamil/normal     : sebesar telur ayam (±30 g)
  • Kehamilan 8 minggu    : sebesar telur bebek
  • Kehamilan 12 minggu  : sebesar telur angsa
  • Kehamilan 16 minggu  : pertengahan simfisis-pusat (pusar)
  • Kehamilan 20 minggu  : pinggir bawah pusat
  • Kehamilan 24 minggu  : pinggir atas pusat
  • Kehamilan 28 minggu  : sepertiga pusat-xyphoid
  • Kehamilan 32 minggu  : pertengahan pusat-xyphoid
  • 36-42 minggu              : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid


2. Vagina/vulva
Terjadi hipervaskularisasi (peningkatan supplai darah ke daerah tersebut) akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).

3. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

4. Payudara
Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol. (beberapa kepustakaan tidak memasukkan payudara dalam sistem reproduksi wanita yang dipelajari dalam ginekologi)

Perubahan berat badan pada ibu hamil pun perlu diperhatikan. Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ/cairan intrauterin. Berat janin ±2,5 – 3,5 kg, berat plasenta ±0,5 kg, cairan amnion ±1 kg, berat uterus ±1 kg, penambahan volume sirkulasi maternal ±1,5 kg, pertumbuhan mammae ±1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas ±1 – 1,5 kg. (Bung_Destur/MPI Lampung)
Diberdayakan oleh Blogger.