Hukum Pakaian Mini Untuk Anak Perempuan

SenyumPerawat.com - Pada posting kali ini, akan dibahas tentang pakaian. Pakaian anak akan menjadi fokus pembahasan kali ini. Pada posting sebelumnya sudah saya paparkan fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin Rohymahullaah dalam tulisan "Baju Bergambar Ternyata Haram Dalam Islam". Masih menyambung tulisan itu, pembahasan sekarang lebih kepada model pakaian. Banyak sekali kaum Muslimin yang tertipu dengan mode. Alasan klasik ketika ditanya biasanya menjawab,"mereka kan masih anak-anak yang belum baligh jadi gak pa pa klo pakaiannya kayak gitu". Lantas apakah iya seseorang yang makan itu langsung bisa makan tanpa belajar terlebih dahulu. Maksudnya adalah seseorang akan terbiasa melakukan sebuah hal ketika ia sering melakukannya dan menjadi habit. Maka sama ketika anak ketika kecil dipakaikan pakaian yang ala kadarnya menutup bagian kecil dari tubuh maka ketika dewasa ia pun merasa gerah ketika harus diwajibkan jilbab.

Sungguh bukan suatu pemandangan yang aneh lagi bahwasanya banyak di antara anak-anak kaum Muslimin justru sering mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan jati dirinya sebagai Muslim. Telah jelas sekali bahwasanya titah untuk berpakaian sesuai syari'at itu adalah dari Allaah.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab: 59) 
Note: Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
 
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nuur: 31)

Syaikh Ibnu Utsaimin berpendapat terkait hukum memakaikan baju mini untuk anak-anak perempuan atau juga balita yang tentunya dapat menjadi bahan renungan bagi kita. Beliau berpendapat bahwa tidak pantas bagi seseorang untuk memakaikan pakaian yang pendek kepada anak perempuannya yang masih kecil. Jika dia terbiasa dengan pakaian pendek maka dia akan tetap seperti itu hingga dewasa dan menyepelekan masalah pakaian. Adapun jika dia terbiasa untuk menjaga diri sejak kecil maka dia akan tetap seperti itu hingga dewasa dan yang saya (Syaikh Utsaimin) nasihatkan kepada para wanita Muslimah agar mereka meninggalkan pakaian-pakaian yang biasa dipakai oleh orang-orang barat yang merupakan musuh-musuh agama. Juga agar membiasakan putri-putri mereka dengan pakaian yang menutup aurot dan mendidiknya dalam rasa malu karena rasa malu adalah sebagaian dari iman.

Maroji':
Al Qur-anul Karim
Al Utsaimin, Muhammad Bin Sholih. 2013. Halal & Haram Dalam Islam hal 575-576. Ummul Qura: Jakarta
 
sumber: senyumperawat.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.