Ini Pernyataan Sikap ALMANAR Terkait Ahok dan Nusron Wahid


Cirebon – Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon mengeluarkan pernyataan sikap terkait orang kafir yang menjadi pemimpin dan pernyataan kontroversial Nusron Wahid beberapa waktu lalu.
Berikut Pernyataan Sikap ALMANAR yang dirilis pada Jum’at (17/10) kepada sejumlah media-media Islam.
Bismillahirrahmaanirrahiim!!
Segala puji hanya bagi Allah Rabbul’Alamiin!!
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kpd Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, tabi’in dan pengikutnya yang mengikutinya dengan baik. Aamiin!! Amma ba’du..
Berkaitan masalah Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta dan pernyataan Pak Nusron Wahid pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV ONE beberapa hari yang lalu yang mengatakan hukum konstitusi lebih tinggi dari hukum Allah SWT, maka ALMANAR (Aliansi masyarakat Nahi Mungkar) menyatakan:
1. Haram hukumnya umat Islam dipimpin oleh orang kafir, (kafir asli atau kafir murtad). Dan ketahuilah bahwa Ahok itu orang kafir ASLI. Ini adalah masalah Aqidah Islamiyah yang tidak bisa diutak-atik. (Lihat QS: Ali-Imron:118, QS. Al-Baqarah:120, QS. Al-Maidah:51)
2. ALMANAR mendukung langkah-langkah para habaib, kyai, ormas yang mau melengserkan Ahok dari gubernur DKI.
3. Kepada elemen Islam yang mendukung Ahok untuk menjadi pemimpin DKI, maka dipertanyakan keimanannya, bisa jadi mereka satu agama dengan Ahok. (QS. Al-Maidah:51).
4. ALMANAR mengutuk keras atas pernyataan pribadi Pak Nusron Wahid yang mengatakan “hukum konstitusi lebih tinggi daripada hukum Allah”.
5. ALMANAR menyerukan kepada Pak Nusron Wahid agar bertobat kepada Alloh SWT dengan taubatan nasuha dan menarik ucapannya/pernyataannya serta meminta maaf kepada umat Islam.
6. ALMANAR menyakini bahwasanya hukum Allah SWT lebih tinggi dari hukum siapapun termasuk hukum konstitusi. Hukum Allah (Syariat Islam Al-Qur’an & As sunnah) adalah sempurna, tidak mengandung kecacatan dan kebatilan sedikitpun, sumber dari segala sumber hukum dan menjadi petunjuk untuk semua manusia dan jin. (Lihat QS Fushilat: 42)
7. ALMANAR menyerukan kepada para Ulama, Kyai, Ustadz, Da’i, Guru Ngaji, Khotib dan Mubaligh, bahwa mengingat kian maraknya muncul kemungkaran bahkan kemungkaran-kemungkaran besar dalam hal aqidah (pernyataan- pernyataan sesat kaum liberalis dsb, pemurtadan, pelecehan terhadap simbol kehormatan dan istilah syar’iyyah Islamiyyah, pembiaran terhadap kemungkaran), maka hendaklah segera ajarkan dan terangkan kepada umat mengenai HUKUM RIDDAH (MURTAD) dan hal-hal yang dapat menjadikan seseorang murtad dari Islam baik karena ucapan, perbuatan dan keberpihakan. Ini tanggung jawab kalian semua di hadapan Allah SWT selaku penyampai dan penjaga Ilmu Risalah Dienullah Al-Islam..!!! Takutlah Allah jika Kalian hanya diam dan bungkam saja membiarkan umat digerogoti kemunkaran dan kemurtadan…!
8. Kepada pihak-pihak yang membenci dan tidak suka dengan hukum Alloh (syariat Islam) maka tunggulah adzab dari Allah cepat atau lambat, tunggulah adzab dari Alloh cepat atau lambat…
Demikian pernyataan sikap ALMANAR. Semoga bermanfaat.
Cirebon 23 dzulhijjah 1435H/17 Oktober 2014
-Abu Usamah Nur Irhab (Jubir ALMANAR)
-Ust. Andi Mulya Al- Gapazi( Korlap ALMANAR)

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

sumber : kiblat.net

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.