Imam Masjidil Haram: Hingga Hari Kiamat Akan Selalu Ada yang Memusuhi Al-Quran

Tangerang – Imam Masjidil Haram Syaikh Adel Al-Kalbani menjadi imam salat Maghrib dan Isya di Masjid Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran (Daqu), Cipondoh, Tangerang. Dalam tausiyahnya, beliau berpesan bahwa Al-Quran harus mampu merubah kehidupan manusia.
Tiba di Indonesia pada Selasa (22/10), Syaih Al-Kalbani langsung memimpin salat Maghrib dan Isya’ di masjid pondok pesantren pimpinan Ustadz Yusuf Mansur. Tak hanya diikuti para santri, salat jamaah yang diselingi dengan tausiyah imam Masjidil Haram tersebut juga menyita perhatian masyarakat luar.
Dalam tausiyahnya, syaikh Al-Kalbani menyampaikan bahwa akan senantiasa ada yang memusuhi Al-Quran. Beliau juga memberikan motivasi bagi para santri dan jamaah agar istiqamah dalam belajar Al-Quran.
“Sejak saat itu hingga hari kiamat banyak yang memusuhi Al Quran. Setiap waktu dan setiap masa , orang yang memusuhi Al Quran tidak akan berhenti,” kata Syaih Al-Kalbani.
“Tapi di samping itu ada juga umat dibangkitkan oleh Allah subhanahu wata’ala menjadi Ummatul Quran,” imbuhnya.
Imam Masjidil Haram tersebut menambahkan bahwa Al Quran bisa merubah kehidupan manusia. Dia mencontohkan perubahan yang dialami Umar bin Khattab, setelah mendengarkan ayat-ayat dalam surat Thaha.
Dia pun berpesan agar Al Quran tak hanya disimpan dan dijadikan sebagai bacaaan. Hendaknya, kitabullah dapat menjadikan seseorang berubah jadi lebih baik.
“Saya berharap Al Quran tidak hanya sebatas kita baca, bukan hanya sebatas kita simpan. Tetapi, Al Quran itu harus mampu merubah kehidupan kita, sebagaimana para sahabat,” pesan Syaikh Al-Kalbani.
Kehadiran imam Masjidil Haram ke Indonesia merupakan bagian dari acara wisuda hafidz pondok pesantren Daarul Quran. Wisuda akbar tersebut juga akan menghadirkan sejumlah huffadz (penghafal Qur’an, red) dari Gaza, Palestina.
Reporter: Imam S.
Editor: Fajar Shadiq
sumber : kiblat.net

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.