Berbuatlah Untuk Allah

Setiap amalan yang engkau tidak suka kalau engkau meninggal dengannya, maka tinggalkanlah. Jika demikian itu yang selalu engkau perbuat maka engkau tidak akan khawatir lagi kapan engkau akan meninggal. (Abu Hazim) Apabila terbuka pintu kebaikan bagi seseorang dari kalian hendaklah dia bersegera mengerjakannya, karena dia tidak tahu kapan pintu tersebut akan ditutup. (Khalid bin Mi'dan)


Inilah para tabi'in yang menasehatkan dan menyampaikan inti dari pengalaman tarbiyah mereka. Haris bin Qais Al Ju'fi berkata, "Apabila engkau berada dalam urusan akherat, maka tetaplah berada di dalamnya, dan apabila engkau berada dalam urusan dunia, maka berusahalah untuk selesai darinya. Apabila engkau berkeinginan untuk mengerjakan suatu kebaikan, maka janganlah engkau mengakhirkannya. Dan, apabila setan mendatangimu ketika engkau shalat dan Dia berkata, 'Engkau berbuat riya' maka panjangkanlah shalatmu." Dengan cara lain, Abdullah bin Abdul Aziz mengajarkan kepada kita, beliau berkata, "Sebagaimana engkau ingin Allah Azza wa Jalla berbuat untukmu nanti, maka begitu pula seharusnya engkau berbuat untuk-Nya hari ini." 

Sesungguhnya generasi tabi'in memotivasi dan mendorong kita agar bersegera mengerjakan amalan-amalan akherat. Mereka meneriaki kita agar segera bangkit dan beramal. Patut direnungkan perkataan Muhammad bin Ali bin Abu Thalib, "Sesungguhnya Allah telah menjadikan surga sebagai harta untuk membeli diri kalian, maka janganlah kalian menjualnya dengan selainnya." (Tarbiyah Ruhiyah Ala Tabi'in) Mahasiswa Pecinta Islam - MPI Bandung
Diberdayakan oleh Blogger.