Kepada Siapa Engkau Bermaksiat?

Sesungguhnya memikirkan dosa-dosa yang telah lalu termasuk pembangkit semangat untuk beramal dan untuk mengejar ketertinggalan. Akan sangat berbahaya jika kita terus menerus menumpuk dosa sehingga jiwa kita menjadi bebal, dan terbiasa dengan perbuatan dosa kemudian tidak menghitungnya sama sekali karena lalai. Hal inilah yang ditakutkan Abul Hasan Al-Zayyat rahimahullah. Beliau mengatakan, 'Demi Allah, aku tidak peduli dengan banyaknya kemungkaran dan dosa, tetapi yang aku takutkan adalah jinaknya hati dengan dosa. Karena, suatu perbuatan apabila sering dikerjakan, maka jiwa akan akrab dengannya, dan apabila jiwa sudah akrab dengan sesuatu maka sedikitlah gejolak sensitivitasnya terhadapnya."


Oleh karena itu, mukmin yang benar adalah yang mempunyai sikap terhadap setiap dosa, bahkan ia mengetahui berapa kali telah berbuat dosa, dan menggiringnya dengan taubat, istighfar, dan kembali ke jalan yang benar. Dia tidak bisa melupakan kepedihannya sepanjang malam sehingga bersegera mengumumkan penyesalan, taubat, dan istighfar atas dosa yang telah dikerjakannya. Bilal bin Sa'ad berkata, janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat. 

Imam Ibnul Qayyim mengatakan, "Selalu berbuat dosa sehingga menganggapnya ringan dan kecil di dalam hati merupakan tanda kecelakaan. Karena setiap kali suatu dosa dianggap kecil di mata seorang hamba, sejatinya ia besar di sisi Allah." Saudaraku, berapa banyak sudah dosa yang telah kita kerjakan dan kita telah melupakannya? Orang mukmin yang jujur memandang dosa sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud r.a., "Sesungguhnya orang mukmin memandang dosa-dosanya bagaikan gunung sementara ia berada di bawahnya dan khawatir kalau itu akan menjatuhinya. Sedangkan orang yang fajir memandang dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya maka ia berkata, 'Ah, cuma begini saja (mengusirnya). Lalu lalat itu terbang.'" Ahmad bin Ismail mengatakan, "Waspadalah terhadap dosa-dosa kecil karena bintik-bintik kecil sangat berpengaruh pada pakaian yang bersih."Tatkala generasi tabi'in mengetahui dosa mereka dan benar-benar menghitungnya, maka mereka sangat khawatir kalau amal kebaikan mereka tidak diterima disebabkan dosa-dosa yang telah mereka hitung dan kenali dengan baik.

Ya Allah, aku, setiap kali bertambah umurku bertambah pula dosa-dosaku. Aku, setiap kali berkeinginan meninggalkan satu dosa, dosa yang lain muncul menggodaku. 
Ya Allah, sekarang, apabila Engkau tidak menyelamatkanku, siapa yang mampu menjauhkanku dari azab-Mu? 
Kalau Engkau memutuskan tali-Mu dariku, dengan tali siapakah aku bisa berpegangan? 
Celaka, semakin bertambah umurku semakin banyak pula kemaksiatanku! 
Sampai kapan aku akan bertaubat? 
Sampai kapan aku akan kembali? 
Tidakkah aku malu kepada Penciptaku?

(Tarbiyah Ruhiyah Ala Tabi'in) Mahasiswa Pecinta Islam - MPI Bandung
Diberdayakan oleh Blogger.