KOMNAS Gelar Kajian Anti Syi'ah di Kampus Malahayati


Ust. Hafizhudin Siddiq. Beliau adalah murid  Ust. Farid Ahmad Okbah, M.A. (Pakar Syi'ah Indonesia)
Mpilampung.org - Bandar Lampung, setelah sukses mengadakan Roadshow Kajian Anti Syi'ah di Unila, KOMNAS (Konsolidasi Mahasiswa Islam Anti Syi'ah)  melanjutkan roadshownya di Musholla Kampus Universitas Malahayati, kamis, (07/05/2015). KOMNAS bekerjasama dengan UKM ROHIMA Universitas Malahayati dalam menyukseskan kegiatan ini.

Sebelum kajian dimulai, Indra Cahya Ardi (21 tahun) mahasiswa Unila, selaku perwakilan dari KOMNAS menjelaskan bahwa diadakannya Roadshow Kajian Anti Syi'ah ini yaitu dalam rangka mengumpulkan masa untuk menyatukan suara bahwa Syi'ah adalah sesat. "Setelah kita mengumpulkan masa, maka kita akan mengadakan Tabligh Akbar dan Deklarasi KOMNAS", ujar Indra.

Menurut Indra, sampai roadshow kedua ini dilaksanakan, sudah ada 11 organisasi mahasiswa yang ikut bergabung dalam KOMNAS, mereka berasal dari lembaga dakwah internal dan eksternal kampus. 

Saat acara berlangsung Ust. Hafizhuddin Siddiq menjelaskan beberapa alasan mengapa masih banyak orang yang mendukung syi'ah. Beliau menyampaikan bahwa orang yang mendukung Syi'ah itu karena mereka tidak tahu apa itu syi'ah, dan siapa itu syi'ah, dan apakah syi'ah itu berbahaya atau tidak.

"Syi'ah Itsna Asy'Ariyah atau Syi'ah Imamiyah, inilah Syiah yang ada di Indonesia, dimana mereka berkeyakinan bahwa Ali R.A. lah yang berhak atas kekhilafan setelah Rasulullah, bukan Abu bakar, Umar, ataupun Utsman", tambah Ust. Hafidz saat menjelaskan tentang Syiah kepada peserta kajian.

Para peserta kajian serius mencatat dan menyimak kajian.
Beberapa penyimpangan lain yang dilakukan aliran Syi'ah adalah Rukun Iman dan Rukun Islam yang berbeda dengan Rukun Islam yang sesuai dalil syar'i. Ust. Hafidz juga menjelaskan bahwa Syi'ah menggunakan metode taqiyah (berbohong) untuk melancarkan dakwahnya. 

Bahkan, Syi'ah berkeyakinan bahwa tidak ada agama jika tidak berbohong. Syi'ah juga membolehkan nikah mut'ah atau nikah kontrak yang banyak membuat beberapa kaum muslimin tergoda olehnya.

Bahaya terbesar Syi'ah saat ini adalah mereka berencana akan melakukan kudeta di Indonesia pada tahun 2020, sebagaimana yang telah terjadi di Suriah, Iraq dan Yaman.  

Ust. Hafidz berpesan kepada peserta untuk memahami manhaj yang benar sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih dan mempelajari Syi'ah secara mendalam serta mewaspadai bahaya aliran Syi'ah ini. Beliau menutup kajian dengan mengatakan bahwa Agama Syi'ah adalah ajaran doktrin dan hawa nafsu bukan dari wahyu.

"Aqidah, prinsip, visi dan misinya jelas-jelas membahayakan NKRI", tambah beliau.

Reporter : Aulia
Editor : Adi
Diberdayakan oleh Blogger.