Pernyataan Sikap MPI Terhadap Imigran Rohingya

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Pendahuluan
Kawasan perairan Indonesia didatangi oleh imigran yang berasal dari Myanmar. Lebih dari 600 pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar mendarat di pantai Langsa, bagian timur Provinsi Aceh, pada Jumat (15/05) pagi WIB. Rombongan ini adalah yang kedua setelah rombongan pertama terdampar di perairan Aceh utara, Minggu (10/05) lalu. Sebelumnya ratusan imigran ini ditolak oleh Thailand dan Malaysa untuk menepi diperairan dikedua negara. Dan selanjutnya mengarah keperairan Indonesia. (BBC Indonesia)
Siapa Rohingya? Rohingya adalah kelompok minoritas yang banyak tinggal di wilayah utara Arakan. Wilayah Arakan di Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladedh, ditinggali dua etnis utama yaitu etnis muslim Rohingya dan etnis Budha Rakhine. Rakhine adalah kelompok mayoritas, yang banyak tinggal di daerah lrmbah seperti Lemro, Kaladan, Mayu dan Checuba.
Muslim Rohingya adalah penduduk asli wilayah Myanmar yang disebutkan dalam Asiatic Researches volume ke-5 tahun 1799. Sensus yang dilakukan oleh kolonial Inggris pada tahun 1825 M menunjukkan adanya satu orang Muslim untuk setiap dua orang Budha di Arakan.
Seluruh konstitusi dan undang-undang kewarganegaraan Myanmar memberikan status pribumi pada seluruh orang yang secara permanen tinggal di Arakan atau di Myanmar sebelum tahun 1825 M. Muslim Rohingya sebelum tahun 1826 dianggap sebagai ras pribumi yang sah di Myanmar. Namun, hari ini rezim militer Myanmar menuduh etnis Rohingya sebagai imigran gelap asal Bangladesh dan menyangkal status mereka sebagai warga negara Myanmar.
Apa yang terjadi atas muslim Rohingya?
Yang terjadi di Rohingya sekarang bergeser menjadi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim militer terhadap rakyatnya sendiri. Human Rights Watch, melaporkan lewat jurnalnya yang berjudul “All You Can Do is Pray” yang dipublikasikan pada April 2013, menjelaskan kekejaman dan penindasan yang dialami Rohingya oleh Umat Budha Myanmar, yaitu :
  1. Pembersihan etnis
  2. Isolasi ekonomi
  3. Pengrusakan rumah dan masjid
  4. Penolakan sebagai warga Negara
  5. Pembatasan gerakan
  6. Kerja paksa
  7. Perampasan tanah, pengusiran dan penghancuran rumah
  8. Pemerasan dan pajak yang sewenang-wenang
  9. Pendaftaran kelahirab dan kematian dalam keluarga
  10. Pembatasan pernikahan
  11. Pencabutan hak pendidikan
  12. Penangkapan yang sewenang-wenang, penyiksaan dan extra judicial killing.
  13. Penyiksaan atas wanita dan orang tua.
Dan dari berbagai sumber lainnya juga banyak menyebutkan penindasan yang dialami oleh muslim Rohingya.
SIKAP MPI terhadap IMIGRAN ROHINGYA :
  1. MPI mendesak pemerintah RI untuk membuka perbatasan di perairan wilayah Indonesia Barat untuk menerima imigran yang masih berada dilaut, menerima imigran yang telah memasuki wilayah darat Indonesia, menyelamatkan mereka, memperhatikan segala urusan mereka, serta memberikan tempat perlindungan yang aman bagi mereka.
  2. MPI mendesak pemerintah RI untuk mengikuti arahan dari Komisioner HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein yang mengatakan bahwa perhatian harus diberikan untuk menyelamatkan nyawa sekitar 6.000 migran yang diperkirakan masih berada di laut. Dikatakan mereka berasal dari suku Rohingya di Myanmar dan imigran dari Bangladesh.
  3. MPI menghimbau lembaga dakwah kampus, badan eksekutif mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa diseluruh Indonesia terkhusus kepada seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) MPI di seluruh Indonesia untuk ikut berperan membantu imigran asal Rohingya.
  4. MPI menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu Rohingya yang menjadi korban pelanggaran HAM di Myanmar.
  5. Dan juga atas dasar loyalitas antar sesama muslim, MPI mengecam atas apa yang dilakukan oleh rezim militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.
Mari kita bantu saudara kita yang kesusahan, mengusahakan untuk keberlangsungan hidup mereka dan semoga Allah subhanahu wata’ala menilai kita sebagai hamba-hamba-Nya yang menjaga ukhuwah islamiyah dan menjadi jawaban atas pertanyaan dari  Allah kelak di hari akhir.
Billahifisabilil haq, fastabiqul khairat.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.


Ketua BPP MPI
Ttd.
Musthofa Akhyar
Jakarta, 1 Sya’ban 1436 H / 19 Mei 2015
Kabid. Aksi Massa BPP-MPI
Ttd.
Leo Bagusta Irman
Diberdayakan oleh Blogger.