Alhamdulillaah Aku Sakit



MPILampung.org - Pernahkah kalimat ini terbersit dlm benak kita? Jawaban yang paling banyak adalah tidak pernah. Biasanya kita mengucapkan kalimat Alhamdulillah ketika kita mendapat kenikmatan, mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hati kita, sesuatu yang membahagiakan kita. Padahal ada sebuah riwayat yang shahih menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda kepada salah seorang sahabat yang bernama Ummul A'la yang saat itu sedang sakit dengan ucapan," Kabar gembira bagimu wahai Ummul A'la karena sesungguhnya sakitnya seorang muslim akan menghilangkan kesalahan- kesalahannya sebagaimana api menghilangkan karatan yang terdapat pada emas dan perak." (HR.Abu Daud) 

Manusia dalam menyikapi ujian yag berbentuk sakit ini secara garis besar ada 4 kelompok: 

1. MARAH & JENGKEL 
Mereka berburuk sangka pada Allah, merasa didzalimi, sehingga melampiaskan kemarahan & kejengkelan dengan meninggalkan perkara-perkara yang diperintahkan Allah dan melakukan perbuatan yang dilarang. Inilah kelompok yang tidak lulus ujian. Mereka mendapat dua kesengsaraan. Pertama kesengsaraan di dunia dengan penyakit yang dia derita. Kedua Kesengsaraan di akhirat dengan adzab Allah di neraka. 

2. SABAR
Terhadap penyakit yang diderita demi mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Mereka yang mendapat Kabar Gembira dari Allah dengan mendapat keberkahan yang sempurna, rahmat dan pertunjukNya. 

3. RIDHO 
Dengan penyakit yang dideritanya. Mereka tidak saja sabar tetapi ridho dengan ketetapan Allah subhaanahu wa ta'ala dan memahami bahwa ujian sakit merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah subhaanahu wa ta'ala pada dirinya. 

4. BERSYUKUR 
Mereka tidak sekedar sabar dan ridho dengan penyakit yang diderita tetapi lebih dari itu yaitu bersyukur dengan penyakit yang ada pada diri mereka. Mereka menganggap bahwa sakit merupakan sarana penghapus dosa dan meninggikan derajat di sisi Allah subhanahu wa ta'ala

Orang yang diuji oleh Allah sakit jika bersabar maka disediakan pahalanya sepertt pahala para syuhada'. Rasulullah bersabda: "Lima orang yang termasuk mati syahid. Orang yang meninggal karena wabah Tho'un, orang yang meninggal karena wabah penyakit perut, orang yang meninggal karena tenggelam, orang yang meninggal karena tertabrak dan orang yang meninggal karena gugur di jalan Allah (HR.Bukhari Muslim)

Kita selalu berharap agar kala kita sedang diuji sakit bisa menghadapinya dengan baik dan tetap memuji Allah subhaanahu wa ta'ala serta bisa mencapai ditingkat yang paling tinggi yakni bersyukur. 

Source: Buku Alhamdulillah Aku Sakit 14-15
Red: Muslimah MPI Lampung
Ed: Khothob
Diberdayakan oleh Blogger.