Salah Pilih Idola Bisa Salah Pilih Griya



MPILampung.org - Hidup di dunia yang sempit menuntut untuk bersanding lekat dengan beragam jenis manusia. Hebat di mata tetangga belum tentu hebat di mata tetangga jauh meskipun hanya beda kampung. Pribadi kita akan menentukan siapa sebenarnya orang yang kita ikuti gaya hidupnya.

Tahukah kamu guys?
Gaya hidup kita bisa ditentukan dengan penyelidikan terhadap siapa sosok yang kita idolakan. Sebut saja ketika kamu melihat anak muda jaman sekarang lebih suka memakai jilbab model diikat di leher, celana Legging ketat dan lain-lain. Maka bisa dilihat pada sudut pandang sederhana. Siapa sosok yang telah membuat model pakaian seperti itu populer. Tepat sekali, para artis yang akhirnya memperkosa dalil yang melarangnya berbuat demikian.

Ingatkah kamu?
Dulu, ketika Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam berucap atau melakukan tindakan apa pun, ada satu sosok pria yang tidak perlu pikir panjang untuk mengatakan "Aku setuju" kepada Rosulullah. Padahal ia pun sebenarnya tidak memiliki kapasitas lebih untuk meneliti secara empiris sebagaimana kita sekarang serba lengkap dengan teknologi. Ia adalah Abu Bakar Ash Shidiq rodhiyallaahu 'anhu, hanya beliau yang mendapatkan gelar sebagai Ash Shidiq. Cukup kontras dengan kita sekarang yang beberapa di antara kita sampai mengeluarkan pernyataan bahwa "Al Quran perlu diteliti ulang". Lihatlah Abu Bakr, tanpa perlu meneliti ulang pun beliau sudah berani menyatakan bahwa apa yang dibawa Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam adalah mutlak kebenarannya.

Sadarkah kamu?
Tergerusnya hati kita oleh suguhan-suguhan penyesat hati telah membawa kita jauh dari panutan. Sehingganya kita lebih melihat seseorang yang dekat dengan kita untuk kita ikuti daripada orang yang telah membawa kebenaran. Silaunya mata akan penampian fisik berupa ketampanan, kecantikan, harta, tahta dan atribut keduniaan telah membuatan hati.

Salah pilih idola bisa salah pilih "GRIYA"
Siapa pun yang kita anut gaya hidupnya, akan menentukan hendak ke mana kita akan kembali. Ingatlah salah satu sabda Rosulullaah shollallaahu 'alayhi wa sallam yang menyatakan bahwa seseorang akan tinggal bersama orang yang dicintainya kelak di hari kiamat. Pilihlah orang-orang yang benar dalam menapaki jalan dengan tuntunan Al Quran dan Sunnah, bukan orang-orang yang justru merusak keduanya itu.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(MPILampung/Surat Sahabat/Khothob)
Diberdayakan oleh Blogger.