Santun Menasehati Dalam Kebenaran



MPILampung.org - Saudaraku fillah.. tentunya kita pernah mendengar tentang hadist orang-orang yang pertama disiksa di hari kiamat yaitu: 
  1. Mujahid yg ingin disebut pemberani
  2. Orang yang membaguskan bacaan alquran, tetapi untuk disanjung dan dipuji
  3. Orang yang sering memberi, tetapi ingin disebut dermawan.


Berkaitan dengan hadist tersebut Abu Hurairah berkata, “Kemudian Rasulullah menepuk pahaku seraya berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di Hari Kiamat nanti.” (HR. Muslim) 

Tentunya kita pernah bertanya, mengapa yg pertama disiksa bukan penyembah berhala, bukan pezina, bukan peminum khomer, bukan pembunuh, bukan orang yang durhaka kepadaorang tua? Justru orang-orang yang melakukan amalan-amalan luar biasa!!!.

Lihatlah betapa riya' tidak ubahnya sebuah kesyirikan yang mencelakakan pemilik hati tersebut. Ternyata kata ikhlas, bukan karena bibir ini berucap ikhlas. Atau bahkan tidak berucapkan ikhlas. Boleh jadi, tanpa kita sadari, keikhlasan kita bercampur dengan riya' dan ingin menunjukkan bahwa kita adalah seorang yang pemberani, yang berilmu, dan dermawan. 

Orang bijak berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya, seperti dia menyembunyikan kejelekannya. Keikhlasan niat dalam amalmu lebih bermakna daripada amal itu sendiri.” 

Ma’ruf al-Karkhi sampai memukul dirinya sendiri sambil berkata, “Wahai jiwa, ikhlaslah! Maka kamu akan bahagia.” 

Yahya bin Mu’adz berkata, “Ikhlas adalah memisahkan amal dari cacat seperti terpisahnya susu dari kotoran dan darah.” 

Yusuf bin Husain berkata, “Sesuatu yang paling mulia di dunia ini adalah ikhlas. Berapa besar kesungguhanku untuk mengeluarkan pamer dari dalam hati, namun sepertinya ia menetap di hati dalam bentuknya yang lain.” 

Memang seharusnya seorang muslim takut dan khawatir terhadap riya' atau niatan selain Allah. Namun tidak boleh berlebihan sehingga menyebabkannya meninggalkan amal shalih dan ketaatan. Karena meninggalkan amal karena takut riya' termasuk tipu daya syetan. Karena setan, pada satu kondisi berusaha menjerumuskan seorang hamba ke dalam riya untuk merusak amalnya. Padahal kita diperintahkan untuk beramal dan bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan dengan berharap ridha Allah dan meninggalkan godaan setan dan tipu dayanya. Maka siapa yang sudah berazam menjalankan satu ibadah lalu meninggalkannya karena takut riya’, sebenarnya dia telah berbuat riya’. Karena dia meninggakan amal karena manusia. Tetapi jika meninggalkannya untuk dikerjakan saat sendirian, maka ini dianjurkan kecuali pada amal-amal wajib. 

Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata: Meninggalkan amal karena manusia adalah riya', sedangkan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas adalah apabila Allah menyelamatkanmu dari keduanya." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ibnu Asakir, sebagaimana dalam kitab Al-Atsâr Al-Waridah ‘Anil Aimmah fi Abwabil I’tiqâd: 1/159, dan Syu'ab al-Iman, no. 6879) 

Ibrahim al-Nakha'i berkata: Apabila syetan datang kepadamu saat kamu shalat, dan syetan berkata: sesungguhnya kamu telah berbuat riya', maka lamakanlah shalatmu." 

S.0.L.U.S.I
Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah dari kejujuran hati yang paling dalam dan beramal sebaiknya. Lihatlah Nabi kita Muhammad alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa: 

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ » 

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad) 

Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, 

“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.” 

Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah utk dijauhkan dan terhindar dari karakter dan sifat riya' tersebubt, dan semoga Allah mengampuni dosa2 kita dan menerima semua amal shalih kita. Allahumma Aamiin


Red: Muslim MPI Jogjakarta
Ed: Khothob
Diberdayakan oleh Blogger.