MPI, LGBT Bukanlah Budaya Islam



mpilampung.org - Bandarlampung (3/12/2015) Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Lampung sebagai elemen yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam merasa ikut resah terhadap isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender) yang beredar di kampus Universitas Lampung. MPI Lampung yang juga tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unila Tolak pergerakan LGBT ikut serta menurunkan massanya dalam aksi menolak pergerakan LGBT di Unila.

"LGBT bukanlah budaya Indonesia, LGBT bukanlah budaya Islam. Maka, kita sebagai makhluk Allah yang berpikir, sebagai makhluk yang berakal, kita sehat harus menolak LGBT" ujar Muhamad Aulia sekretaris MPI Lampung dalam orasinya mewakili MPI Lampung dalam Aksi Aliansi Mahasiswa Unila tolak pergerakan LGBT.

LGBT adalah satu budaya yang tidak beda jauhnya dengan kaum Nabi Luth sudah banyak dalil yang menerangkan kisahnya di Al-Qur'an salah satunya di surat Al-A'raf ayat 80-84


وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (80) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (81) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (82) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (83) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Artinya : “(80) Dan (Kami juga Telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia Berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” (81)Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu Ini adalah kaum yang melampaui batas. (82). Jawab kaumnya tidak lain Hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (83). Kemudian kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (84). Dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”

Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Ia berkata, Rasulullah saw bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ

“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” (HR Ibnu Majah : 2553, 1457. Tirmidzi: 1377.)

Kemudian dalam hadits lain Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“ Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” (HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337, Ahmad: 2677, 2763, 2764, 2765)

Kisah-kisah Nabi Luth juga dapat dilihat di beberapa tempat dalam Al Qur’an, di antaranya: QS. Al A’raaf: 80-84, QS. Hud: 69-83, QS. Al Hijr: 51-77, QS. Asy Syu’araa’: 160-175, QS. An Naml: 54-58, QS. Al ‘Ankabut: 28-35, QS. Ash Shaaffaat: 133-138,  QS. Adz Dzaariyat: 31-37, dan QS. Al Qamar: 33-40.

Wallahu a'lam
Diberdayakan oleh Blogger.