Kekurangan dan Kelebihan KB Kalender

Ilustrasi anak-anak muslimah berdoa

MPILampung.org - Program KB (Keluarga Berencana) bukanlah program yang haram dalam Islam. Tapi untuk dikatakan tidak haram, harus ada kriteria khusus yaitu bukan dalam rangka "membatasi" jumlah anak. Dalam Islam, membatasi kelahiran belum ada contoh dari Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam. Bahkan beliau menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak jumlah anak. Sampai batasan boleh melakukan KB menurut para ulama adalah sekedar mengatur jarak kelahiran. Mengatur jarak kelahiran berbeda kasus dengan membatasi jumlah kelahiran.

Salah satu metode KB yang sering digunakan adalah KB Kalender. Secara teori, KB Kalender dicetuskan pertama kali oleh Kyusaku Ogina asal Jepang dan Herman Knaus asal Jerman. Metode KB Kalender dikenal juga dengan sebutan Ogino-Knaus.

Rumus yang digunakan untuk menghitung secara kalender adalah

14 + 2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang

Keterangan:
Rumus ini hanya berlaku pada situs haid normal
Contohnya, seorang wanita memiliki siklus haid 5/35, maka perkiraan hari paling subur adalah hari ke-19 (35-16) dan hari ke 23 (35-12). Angka 16 dan 12 didapatkan berdasarkan rumus di atas.

KB Kalender cukup populer pada jamannya, namun motedo KB jenis ini sudah tidak terlalu populer karena efektivitasnya kurang. Banyak wanita yang mengalami masalah pada siklus haidnya sehingga metode ini jadi sulit digunakan bagi wanita seperti itu.

Kelemahan KB Kalender:
  • Kesalahan dalam menghitung
  • Membutuhkan percatatan yang lama
  • Tidak dapat digunakan oleh wanita yang mengalami masalah siklus haid


Kelebihan KB Kalender:
  • Aman bagi fisik istri
  • Tidak membutuhkan biaya
  • Meningkatkan interaksi dengan suami karena menghitungnya bersama-sama


Boleh jadi masih banyak lagi kekurangan dan kelebihan dari metode ini. Sehingganya, tidak salah pula jika mengolaborasikan metode KB Kalender dengan metode lainnya. (Khoththob)
Diberdayakan oleh Blogger.