Angan-angan Mereka Yang Telah Tiada



mpilampung.org - Angan-angan mereka yang telah tiada ialah kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat kepada Allah dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat, namun mereka tidak diizinkan lagi untuk itu. Kematian serta merta memupuskan angan angan tersebut.

Allah Ta’ala berfirman mengenai mereka,
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” QS. Al Mu’minun: 99-100.

Begitulah kondisi orang mati. Mereka telah melihat akhirat dengan mata kepala mereka. Mereka tahu pasti apa yang telah mereka perbuat dan apa yang mereka terima. Dahulu mereka dengan demikian mudah menyia-nyiakan waktu yang berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat mereka. Kini mereka sadar bahwa detik-detik dan menit-menit yang bernilai tersebut sunguh tidak bernilai harganya. Dahulu, kesempatan itu ada di depan mata, namun tidak mereka manfaatkan. Sekarang mereka siap menebus kesempatan itu berapapun harganya! Sungguh tak terbayang alangkah rugi dan menyesalnya mereka.

Memang, saat manusia paling lalai terhadap nikmat Allah ialah ketika ia bergelimang di dalamnya. Ia tidak menyadari betapa besarnya kenikmatan tersebut, kecuali setelah kenikmatan tersebut tercabut darinya. Sebab itu kita yang masih hidup berada dalam kenikmatan yang besar. Karenanya jangan kita biarkan semenitpun berlalu tanpa ibadah walau hanya sekedar mengucapkan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir.

Abdullah bin Busr Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ”Ada 2 orang Arab Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Salah satunya bertanya kepada Beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, "Hai Muhammad, siapakah lelaki yang terbaik?"
"Yang panjang umurnya dan yang baik amalannya.", jawab Rasulullah. Kemudian yang satu bertanya lagi,
"Sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, lalu adakah amalan yang mencakup banyak yang dapat kami tekuni ?"
"Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan dzikrullah", jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (HR.Imam Ahmad dengan sanad yang shahih).

Tidakkah Anda tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kita untuk memuji Allah saat bangun tidur, karena Dia telah menghidupkan kita setelah mati, dan mengijinkan kita untuk kembali mengingat-Nya. Benar, tidur memang identik dengan kematian. Saat tidur, manusia berhenti dari segala aktivitasnya dan acuh akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Alangkah miripnya ia dengan orang yang mati, andai saja Allah tidak mengembalikan ruhnya.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ”Jika seorang terbangun hendaklah mengucapkan : alhamdulillahilladzii ‘aafaani fii jasadii wa radda ‘allaya ruuhii wa adzina lii bidzikrihi (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan tubuhku, serta mengizinkan aku untuk berdzikir kepada-Nya).” HR.Tirmidzi.

Sekarang kita masih mengenyam nikmatnya hidup. Kita masih bisa menambah pahala dan menghapus dosa. Ingatlah bahwa anda akan tutup usia dan semuanya menjadi angan-angan. Oleh karena itu, marilah kita wujudkan angan-angan itu mulai dari sekarang. Ibrahim bin Yazid al-Abdi mengatakan, “Suatu ketika, Riyah al Qaisy mendatangiku seraya berkata,
’Hai Abu Ishaq -julukan Ibrahim-, ayo ikut bersamaku menemui penghuni akhirat dan marilah kita mengikat janji setia disamping mereka.'
Lalu akupun pergi bersamanya ke sebuah pemakaman. Kami duduk di samping salah satu kuburan disana, kemudian Riyah berkata, 'Hai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh mayit ini jika ia diminta angan-angan?'
'Demi Allah, ia pasti ingin dikembalikan ke dunia agar bisa taat kepada Allah dan memperbaiki amalnya.' jawabku.
'Nah, kita sekarang berada di dunia. Karenanya, marilah kita taat kepada Allah dan memperbaiki amal kita.' sahut Riyah.
Maka Riyah bangkit meninggalkan kuburan tersebut dan mulai bersunggug-sungguh dalam beribadah. Ternyata tak lama berselang, ia dipanggil menghadap Allah. Semoga Allah merahmatinya.

Saudaraku, jika hawa nafsu mengajak Anda bermaksiat, ingatlah angan-angan mereka yang tiada. Mereka ingin dihidupkan lagi untuk taat kepada Allah, lalu mengapa Anda justru bermaksiat? Jika Anda lesu dan malas untuk beramal, ingatlah angan-angan mereka yang tiada.


Sumber : Buletin Al-Qudwah EDISI 282/TH.XV/1433 H
Redaktur : Bintu Amrillah
Editor : Ve
Diberdayakan oleh Blogger.