Resume Kantin Fiqih Enterpreneur

mpilampung.org - Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Resume  kajian rutin MPI LAMPUNG : Fiqih enterpreneur "Al Buyu" / Fiqih Jual Beli
Pemateri : Ustadz Muhammad Anshori, Lc.
Hari &tanggal      : Senin 14 november 2016
Waktu & tempat  : masjid al wasi'i universitas lampung 16.00-17.30

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Permasalahan jual beli perlu di ketahui setiap umat muslim yang taat kepada Allah ,  karena pada fiqih jual beli terdapat rukun jual beli , syarat jual beli dan hal-hal yg di larang dalam jual beli .  allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam firman nya :
Allah  Subhanahu wa Ta'ala  berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ  ؕ  ذٰ لِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا  ۘ  وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا   ؕ  فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ  ؕ  وَاَمْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ  ؕ  وَمَنْ عَادَ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 275)

Di ayat tersebut telah Allah ta'ala jelaskan bahwa allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba .
Penting nya jual beli juga di contoh kan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang sebelum di angkat menjadi Rasul adalah seorang pedagang yang menjual barang milik Ibunda  Khadijah Radhiyallahu 'Anha yang pada waktu itu belum menjadi istri nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam . Rasullah yang jujur dan amanah dalam berjual beli pun menarik hati Ibunda Khadijah radhiyallahu' Anha dan akhirnya mereka menikah atas takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Didalam fiqih jual beli terdapt rukun-rukun nya yang di mana apabila rukun jual beli tidak terpenuhi maka tidak terjadi jual beli  . Berikut rukun jual beli.
1) penjual , penjual memiliki syarat yang di antaranya:
      a. Memiliki barang tersebut atau di perbolehkan menjual barang orang lain dengan izin sang pemilik barang .
      b. Orang yang berakal / bukan orang yang bodoh
2) pembeli , pembeli juga memilki syarat
       a. Bisa melalukan transaksi jual beli/ atau bukan orang bodoh atau anak kecil yg blm mengerti jual beli
3) barang yang di perjual belikan harus ada alat tukar , berupa uang atau barang yang senilai
4) mampu diserahterimakan
5) ijab kabul , yang makna asli nya perkataan , namun para ulama membolehkan tanpa dengan perkataan , yang dimana sekarang sering kita jumpai
6 keridhoan masing masing , antara penjual dan pembeli
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
" إنما البيع عن تراض "(رواه ابن ماجه)
Artinya : “Sesungguhnya jual beli itu hanya sah jika suka sama suka.” (HR Bukhari)

Didalam jual beli juga terdapat syarat yang disyariatkan penjual :
1. Sifat sifat atau barang yang di ingginkan pembeli itu terpenuhi
2. Mendapatkan manfaat dari barang yg di beli

Selanjutnya syarat tidak sah dalam jual beli apabila :
1. Barang tersebut terdapat kerusakan
2. Merusak inti jual beli
3. Syarat yang diajukan tidak benar

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِذَا تَبَايَعَ الرَّجُلاَنِ فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا وَكَانَا جَمِيْعًا أَوْ يُخَيِّرُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ فَإِنْ خَيَّرَ أَحَدُهُمَا الآخَرَ فَتَبَايَعَا عَلَى ذَلِكَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعَ وَإِنْ تَفَرَّقَا بَعْدَ أَنْ تَبَايَعَا وَلَمْ يَتْرُكْ وَاحِدٌ مِنْهُمَا الْبَيْعَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعَ. – رواه البخاري ومسلم

“Dari Ibnu Umar ra. dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, bahwa Beliau b

ersabda, “Apabila ada dua orang melakukan transaksi jual beli, maka masing-masing dari mereka (mempunyai) hak khiyar, selama mereka belum berpisah dan mereka masih berkumpul atau salah satu pihak memberikan hak khiyarnya kepada pihak yang lain. Namun jika salah satu pihak memberikan hak khiyar kepada yang lain lalu terjadi jual beli, maka jadilah jual beli itu, dan jika mereka telah berpisah sesudah terjadi jual beli itu, sedang salah seorang di antara mereka tidak (meninggalkan) jual belinya, maka jual beli telah terjadi (juga).” (HR. Al.Bukhari dan Muslim)

Dalam sabda Nabi tersebut bahwa dalam jual beli ada hak hak nya:
1. - Kondisi di pasar , apabila penjual dalam suatu majelis (jualbeli) dan pembeli sudah keluar dari toko maka hal dari jual beli masih ada selama pemebeli masih dipasar.
   - kondisi di luar pasar , apabila pembeli keluar dari toko maka hak  hukum majelis (jual beli) telah gugur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

ﺃﻠﺒﻴﻌﺎﻥ ﺑﺎ ﻟﺨﻴﺎﺭ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻴﺘﻔﺮﻗﺎ ( ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻯ ﻭ ﻤﺴﻠﻢ)

Artinya : “ Dua orang jual beli boleh memilih akan meneruskan jual beli mereka atau tidak, selama keduanya belum berpisah dari tempat akad.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Salah satu dari kedua belah pihak menentukan waktu tertentu antara penjual dan pembeli.
3. Salah satu melakukan penipuan yaitu harga yang menyimpang jauh dari pasaran , namun memeng benar kita boleh mengambil untung tanpa batas dalam jual beli . namun ada baiknya kita menyusaikan harga pasaran dari barang tersebut yang tidak terlampau jauh.
4. Barang yang cacat , boleh barang tersebut di kembalikan dengan barang atau uang
5. Terdapat aib , yaitu tidak jujur dalam berdagang
6. Berselisih pendapat

Dan masih ada beberapa point lagi tentang jual beli . tunggu di "fiqih enterpeneur(al buyu) part 2"

Wallahu A'lam Bishawab
#kitabersahabatuntukmenebarmanfaat 💌🍃📗
======================================
Writer : Wiko
Editor : Aulia

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.