Wasiat Terakhir Abu Yahya Al-Libi bagi Pejuang Media - 2



Perkara Kedua: Hendaklah kalian tegas kepada orang-orang kafir dan lembut terhadap orang-orang beriman. Inilah sifat nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya. Sebagaimana firman Allah جل جلاله,
 “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. ” (Al-Fath: 29).

Tentang sifat generasi handal yang menggantikan orang-orang yang murtad ke arah belakang, (tidak mau berkorban di jalan Allah ta'ala),
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.” (Al-Maidah: 54)

Dan Allah جل جلاله berfirman,
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At-Taubah: 73)

Terhadap orang-orang kafir yang menentang Allah dan rasul-Nya, memusuhi wali-wali Allah جل جلاله, menghalang-menghalangi manusia dari jalan Allah, maka seranglah mereka seganas-ganasnya. Dengan cara, menjelaskan aib-aibnya, menyingkap rahasia dan kedok-kedoknya, membongkar makar, dan kedustaan klaim mereka. Juga dengan menampakkan kejahatan dan keburukan mereka dalam bentuk yang sangat menjijikan.

Juga menjelaskan kepada mereka tentang tujuan mereka yang hanya mengarah kepada penyembahan nafsu binatang yang bercokol pada diri mereka. Hal ini sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, dimana Allah جل جلاله menyifati mereka dengan sifat-sifat yang sangat buruk dan menjijikan. Allah menyingkap cita-cita mereka yang busuk dan kedengkian mereka terhadap umat Islam, dan kebathilan yang mereka pendam dalam hatinya dibongkar oleh Allah جل جلاله. Allah جل جلاله berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. ” (At-Taubah: 28)
Laporan Khusus SYAMINA Edisi VI/Oktober 2013
Tentang orang-orang munafik Allah جل جلاله berfirman
“Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis.” (At-Taubah: 95)

Ayat-ayat yang terkait ini sangat banyak (QS. 8:22&55, 25:44, 2:12&254, 55:43, 77:46). Semuanya terkait tentang keburukan orang-orang kafir dan kenajisan mereka. Sebab, mereka dosa yang mereka perbuat, yaitu dosa syirik. Walau mereka berusaha membersihkan diri mereka dengan slogan-slogan kosong, seperti; perdamaian, kebebasan, persamaan, persahabatan, kebudayaan, kemajuan dan moderinisasi dan sebagainya, tetaplah najis, bangkai dan menjijikan. Tidak akan bisa disucikan kecuali dengan bertauhid. Dan Allah tidak akan menerima amal seseorang yang tanpa tauhid. Allah جل جلاله berfirman:
“Dan sekiranya orang-orang yang lalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” (Az-Zumar: 47)

Wajah orang kafir tetap menghitam, bekas-bekas dosa dan kekufuran menyisakan noda-noda hitam diwajah mereka, sehingga terlihat gelap, walau mereka selalu bermake-up untuk membersihkan noda itu. Allah جل جلاله berfirman:
“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ” (Yunus: 27)

Diantara tugas media jihad hari ini adalah menyingkap tabir yang menutupi kebusukan mereka di hadapan masyarakat. Penyingkapannya harus betul-betul mampu membuat masyarakat merasa jijik dan tidak simpatik terhadap mereka. Sebagaimana alQur’an menyingkap hal ini. Demikian juga menyingkap kebathilan istilah kemanusiaan yang mereka dengung-dengungkan, dengan menyebut pelanggaran dan kejahatan mereka terhadap kemanusiaan, bahwa kemanusiaan adalah istulah palsu yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan nafsu mereka sendiri yang egois. Justru kemanusiaan adalah korban kejahatan pertama mereka.

Ini dan yang semisalnya adalah korban kejahatan mereka. Terutama Amerika, ialah yang terdepan dalam menghadang umat Islam. Ia menjadi gembong musuh umat Islam, menjadi sebab kesengsaraan bangsa-bangsa di dunia, terkhusus muslimin hari ini. Tidak perlu berpikir serius dan berletih-letih dalam membantah akidan dan pemikiran mereka. Cukup dengan menampakkan realitas kejahatan kemanusiaan sepanjang sejarah dan kejahatan-kejahatan merekadi tiap hari di medan jihad.

Jangan lupa sebutkan juga kejahatan kemanusiaan Yahudi bersama Amerika. Bahwa kedua Negara ini telah mengumumkan saling bahu membahu untuk menegakkan Negara Yahudi siang dan malam. Sehingga semua manusia menyadari bahwa Israel adalah Amerika dan Amerika adalah Israel yang sama-sama layak dihukum atas kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.

Untuk membongkar kejahatan mereka ini, kita tidak perlu capek-capek berstigma atau beropini atas kejahatan mereka, tetapi kejahatan mereka yang tampak di depan manusia, jika didokumentasi dan dikelola dengan baik oleh media, itu sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa keduanya memang penjahat kemanusiaan dan layak dihukum atas kejahatan itu. Nah siapakah media itu selain kalian?

Dalam masalah ini hendaklah kalian mencontoh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Hendaklah kalian mengikuti beliau, yang dengan contoh ini kalian bisa mempecundangi orang-orang kafir dengan lisan-lisan kalian, tulisan-tulisan kalian mampu menyetir orang kafir, kalian bisa melakukan banyak cara dalam membongkar kejahatan-kejahatan mereka dan menyebarkan di berbagai belahan bumi, sungguh yang demikian lebih menyakitkan bagi mereka dari anak panah yang menancap di tubuh mereka. Sehingga walau mereka menolak itu semua, namun engkau akan melihat dampak buruk bagi mereka dari usaha kalian dari masa ke masa. Kenyataan pahit ini akan terungkap lewat lisan-lisan para pimpinan kafir maupun para politikusnya. Usaha untuk menutup web-web kalian, adalah bukti rasa sakit mendalam yang terpendam itu.

Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Cela-lah Quraisy (lewat Syair) karena itu lebih menyakitkan bagi mereka dari pada tancapan panah. Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus utusan ke Ibnu Rawahah, beliau memerintahkannya, ‘Cela-lah mereka,’ Lalu Ibnu Rawahah mencela Quraisy, tetapi belum berkenan di hati beliau صلى الله عليه وسلم. Beliaupun mengutus utusan ke Ka’ab bin Malik dan seorang utusan ke Hassan bin Tsabit. Maka ketika utusan itu masuk menemui Hassan, Hassan RA berkata, “Sungguh telah tiba masanya engkau mengutus singa yang mengibas-ngibaskan ekornya. Menjulur dan menggerak-gerakkan lidahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan kebenaran, saya akan menyayat hati kaum kafir Quraiys dengan sya’ir saya ini, seperti sayatan kulit. ” (HR. Muslim)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Seranglah dengan Sya’ir, sesungguhnya seorang mukmin itu berjihad dengan diri, harta dan demi Dzat yang jiwa Muhammad صلى الله عليه وسلم di Tangan-Nya, berjihadlah dengan tangan kalian. Sya’ir itu seperti serangan dengan panah. ” (HR. Ahmad)

Imam Ahmad juga meriwayatkan, Ammar RA berkata, “Ketika orang-orang musyrikun menyindir kami (dengan sya’ir), kami melaporkan hal itu kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Katakanlah seperti apa yang mereka katakan!’ Ammar berkata, ‘Sungguh kalian melihat kami mengajarkan (bersya’ir) para budak wanita di Madinah. ” Al-Haitsami berkata, ‘hadits ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, al-Bazzar juga meriwayatkan yang semakna, Thabrani, rijalnya tsiqqoh. Namun Syaikhal-Arna’uth mendha’ifkannya.

Dan hadits semakna dengan hadits di atas masih banyak. Walaupun hadits-hadits tersebut berbicara tentang sya’ir, namun intisarinya adalah membuat marah dan merontokkan moral orang-orang kafir –wallahuA’lam- tujuan dari ini adalah melemahkan dan meluluh lantahkan semangat orang-orang kafir, membuat hati mereka kecut. Dan sarananya tidak terbatas pada sya’ir. Namun, apa saja, terutama perang media yang kalian jalani, karena hal ini lebih menyakitkan dan lebih mempengaruhi mental orang-orang kafir, dari pada sebuah anak panah yang menancap di raga mereka.

Selain itu, apa yang menjadi tugas kalian di media yang berupa; menguatkan hati umat Islam, menaikkan semangat umat Islam dan mujahidin, menghasung umat untuk menegakkan panji jihad, menyemangati mereka untuk meraih ganjaran kebaikan di sisi Allah, membangkitkan harapan kemenangan selama perjalanan panjang. Semuanya ini akan ditulis pahala di sisi Allah جل جلاله -insya Allah.

Bahkan sebagian ulama menyebutkan salah satu hikmah dari sabda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bahwa sahabat Amir bin al-Akwa’ mendapatkan dua pahala. Bahwa kedua pahala tersebut adalah; (1) Pahala pertama karena mati syahid di jalan Allah جل جلاله, (2) Usahanya (syair) yang mampu menguatkan hati pasukan Islam dan membongkar semangat mereka. Ibnu Bathalrhm berkata, “(Yang dimaksud dua pahala) adalah pertama pahala mati syahid di jalan Allah جل جلاله, kedua pahalanya yang menguatkan semangat umat Islam dengan sya’ir dan do’a-do’anya, saat menghadapi musuh di medan jihad. Sya’ir dan do’anya itu mengobarkan semangat kaum muslimin dan menguatkan jiwa mereka. Hadits yang semakna telah diriwayatkan dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم dari Abdurrahman bin Ka’b bin Malik, dari bapaknya, bahwa bapaknya pernah berkata kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Sesungguhnya Allah menurunkan apa yang ada di sya’ir apa yang Allah telah turunkan." Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Sesungguhnya mukmin itu berjihad dengan jiwa dan lisannya. Demi Allah, (dengan sya’ir) seakan-akan kalian telah menembakkan anak panah ke arah mereka.”


Maka hendaklah program-program kalian di media teratur dan terorganisir dengan baik. Ada pola hubungan yang baik antara web, yayasan media, dan usaha-usaha pribadi. Seperti, ada rencana yang matang antara kalian yang berjangka waktu tertentu. Bisa jadi dengan meramaikan atau menghidupkan kembali peristiwa atau perkara yang sudah disingkirkan oleh media-media orang kafir dari pikiran manusia. Atau apa saja yang sesuai kondisi dan waktu. Kalian buat film dokumenter, makalah, sya’ir maupun analisa. Jika kalian istiqomah dan mencurahkan kesungguhan dalam hal ini, maka sungguh perkara ini akan lebih terasa di jiwa mereka dan moral mereka. Namun sebelum ini semua, hendaklah keikhlasan, beristi’anah dan bertawakkal kepada Allah senantiasa kalian jaga.

Baca halaman selanjutnya : Perkara ketiga...

Halaman : 1 2 3
 
Diberdayakan oleh Blogger.