Raja yang Kehilangan Mahkota

Ada 4 Raja terkenal dalam Islam.
Merekalah

Dzulkarnain, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam, Fir'aun, dan Namrud.

Mereka penguasa pada zamannya.
Namun berbeda tempat berakhirnya.
Dzulkarnain dan Nabi Sulaiman 'Alaihissalam diletakkan di singgasana tertinggi dunia dan tempat yang terbaik di Surga, sedangkan Fir'aun dan dan Namrud ditenggelamkan di tanah dan laut di dunia dan di letakkan di neraka terendah, Jahannam.

Picture from www.wallhere.com



Memimpin bukan hanya soal mengatur, tetapi juga tentang ketaatan pada aturan.
Pemimpin bukan hanya dilihat dari bagaimana dia melangkah dan berkata. Melainkan tentang bagaimana dia merencanakan setiap jalan yang akan ditempuh dan ucapan yang akan di katakan.

Dalam agama yang kami anut sebagai seorang Muslim. Kami tidak pernah diajarkan berkhianat, meminta jabatan dan menolak amanah yang telah ditetapkan karena kami tahu. Allah, Tuhan Kami yang Maha Merajai memilih seorang Khalifah sesuai dengan kemampuannya

Kenyataan sekarang banyak berubah. Dimana keadilan tidak lagi adil dalam ketidak adilan yang tercipta. Akhlak tidak lagi menjadi panutan tetapi menjadi sorotan akan ketidak toleransian seseorang. Berkumpul dan belajar dianggap sebagai suatu yang mengancam keamanan. Wahai garudaku apakah sayap-sayapmu telah menua oleh sejarah hingga lepas dan tak lagi kuat untuk terbang termakan oleh tikus-tikus yang tamak.

Suatu solusi diberikan namun diluluhlantahakan karena tidak sesuai dengan ketetapan leluhurnya. Apa bedanya kalian semua dengan para pembangkang di zaman Kenabian yang mereka tidak siap menerima suatu yang Benar (Haq) sedangkan yang kalian lakukan adalah sesuatu yang salah (Bathil).

Kerajaan ini sudah kehilangan Mahkota karena sang Raja sibuk dalam sesuatu yang seharusnya tidak dikerjakan. Diamlah lalu belajar, dengankan Para Ulama bukan takut karena kekuasaan yang lainnya. Berdirilah lebih tegak dan bersujudlah lebih khusu' agar kau mampu melihat hebatnya Allah Yang Maha Besar mengatur apa yang Dia ciptakan dan menentukan takdir bagi Makhluk-Nya.


Written by : Adam Rahmatullah
Newest
Previous
Next Post »